Logo

Buwas: Tahun 2016, 250 Ton Sabu Asal Tiongkok Masuk ke Indonesia

Tribratanews.com – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Budi Waseso, mengungkapkan bahwa pada tahun 2016 lalu ada 250 ton narkotika jenis sabu yang masuk ke Indonesia dari negara Tiongkok.

“Ada 11 negara di dunia yang mensuplai narkotika ke Indonesia, 11 negara itu dengan jumlah yang cukup besar. Bahkan dari Tiongkok sendiri, memasukkan narkotika jenis sabu tahun 2016, ini data dari Tiongkok sendiri, dari China sendiri, itu ada 250 ton. Itu data yang masuk ke Indonesia dari mereka, terdata. Bahkan dilaporkan kepada kita dua bulan yang lalu, prekursor tahun 2016 yang disuplai masuk ke Indonesia itu adalah 1.097,6 ton. [Prekursor adalah] bahan baku untuk obat-obatan, termasuk bisa untuk membuat narkotika,” kata Komjen Pol Budi Waseso dalam keterangannya saat diwawancara salah satu stasiun televisi swasta, Rabu (12-07-2017).

Jenderal tiga bintang yang biasa disapa Buwas ini mengaku prihatin, baru dari satu negara saja jumlahnya sudah sebanyak itu. Belum lagi, data dari BNN sendiri menyebutkan, dari jumlah tersebut tidak ada yang keluar dari Indonesia, semua mengendap di Indonesia, dan barang-barang ini habis terserap di Indonesia.

“Sekarang ini, di seluruh wilayah Indonesia, sudah terjadi peredaran narkotika ini. Tidak ada satu wilayah di Indonesia yang lepas dari peredaran narkotika. Tidak ada! Saya jamin itu. Karena data-data kita itu sudah melihat seperti itu, di segala lini masyarakat sudah ada, berbagai jenis [narkoba] di Indonesia ini semua ada, dan laku, semua laku di Indonesia,” ungkapnya.

Oleh karena itu, terang Komjen Pol Buwas berdasar hasil survei BNN, tak heran jika Indonesia menjadi salah satu pangsa pasar terbesar di dunia dalam peredaran gelap narkoba.

Hal demikian, menurutnya, dapat terjadi karena salah satunya adalah kurangnya kepedulian dan pemahaman secara menyeluruh masyarakat Indonesia terkait peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba ini.

“Karena begini, mungkin Indonesia karena, ya, kepeduliannya belum ada tentang permasalahan narkotika. Karena mungkin, sekali lagi, menganggap narkotika ini bukan merupakan ancaman negara, bukan merupakan ancaman masyarakat Indonesia. Jadi masih ada keapatisan, ketidakpedulian, tentang masalah narkotika,” katanya.

Selain itu, tindakan tegas Pemerintah Filipina dalam pemberantasan narkoba, menurut Komjen Pol Buwas, juga menjadi penyebab lain berkembangnya pasar peredaran narkoba di Indonesia.

“Sekarang Filipina sudah melakukan tindakan tegas, maka jaringan di Filipina itu sekarang lari ke Indonesia. Bahkan kemarin thailand melapor kepada kita, mereka menangkap satu kontainer narkotika yang akan disuplai ke Indonesia, yang biasanya ini adalah jaringan untuk Filipina,” ungkap Komjen Pol Buwas.

Untuk itu, ketika genderang perang terhadap narkoba telah digaungkan Presiden RI Joko Widodo, maka menurut Komjen Pol Buwas, semua pihak harus bergandengan tangan menyambutnya secara bersama-sama. Jadi tidak hanya sebagian saja yang bergerak, seperti BNN, Polri, atau Bea Cukai.

“Kalau kita lihat dari fakta di lapangan, bahwa kondisi Lapas kita 70% di seluruh Indonesia diisi oleh, waktu ke waktu, [tahanan] narkotika, 30% itu diwakili oleh tahanan teroris, korupsi, dan kriminal. Berarti kejahatan yang dominan adalah kejahatan narkotika. Seharusnya itu menjadi prioritas dalam penanganannya. Artinya seluruh kementerian/lembaga melihat itu semua, masyarakat melihat itu semua, sehingga menjadi prioritas untuk penangannya. Karena itu sangat berbahaya untuk kelangsungan negara kita ke depan,” tegas Buwas.

[Tribratanews.com]

https://www.tribratanews.com/buwas-tahun-2016-250-ton-sabu-asal-tiongkok-masuk-ke-indonesia/

 


www.polresmagelangkota.com

Dipost Oleh Conde Magelang Kota

Portal Resmi Tribrata News Humas Polres Magelang Kota

Tinggalkan Komentar