Logo

Kasat Intelkam dan Kasat Binmas Polres Magelang Kota hadiri Rakord di Kesbangpolinmas bahas tragedi kemanusiaan Rohingya

Tribratanewsmagelangkota.com- Besarnya gelombang arus pernyataan sikap terkait tragedi kemanusiaan di Rohingya menjadi sebuah agenda khusus dalam rakord tentang perkembangan situasi di wilayah Kota Magelang di Kantor Kesbangpolinmas Jalan Diponegoro 61 Kota Magelang, Selasa (05/09/2017).

Dipimpin oleh Kakesbangpolinmas Kota Magelang Ir. Ery Widyo Saptoko Msi pukul 14.00 wib dalam rangka pernyataan sikap lintas agama dan elemen masyarakat Kota Magelang berkaitan dengan tragedi kemanusiaan di Rohingya.

Kakesbanghpolinmas mengingatkan kepada semua hadirin yang mengikuti rakord untuk mensikapi perkembangan situasi saat ini yang sudah mendunia.

Saya mohon rekan-rekan yang hadir bisa menjadi agen-agen penenang bagi masyarakat agar wilayah Kota Magelang tetap kondusif, jangan sampai masyarakat mudah terprovokasi dengan adanya kabar dari media yang belum tentu benar sehubungan  dengan kejadian di myanmar yg berimbas ke indonesia sekarang ini khusus untuk wilayah di kota magelang harus aman mengingat kota magelang akan mengadakan perhelatan yang menghadirkan pejabat-pejabat negara dan presiden tegasnya.

Situasi keamanan di indonesia mudah tersulut dengan adanya kabar ataupun isu yang berhubungan dengan agama, maka ekses dari rencana akan adanya aksi di Borobudur semoga tidak berimbas ke wilayah kota magelang karena perhelatan haornas harus berjalan lancar tidak terganggu dengan adanya kegiatan aksi damai maupun penggalangan dana bagi rohingya imbuhnya.

Dalam kesempatan ini Kasat Intelkam Polres Magelang Kota Jawa Tengah AKP Bayu Marwanto SH, MH yang mewakili Kapolres Magelang Kota AKBP Hari Purnomo SIK SH menegaskan tentang situasi keamanan yang akan di jaga selalu kondusif.

Terkait aksi damai di Borobudur, AKP Bayu menegaskan bahwa rencana aksi ormas Islam di Candi Borobudur, Polda Jateng melarang dan tidak akan menerbitkan ijin terkait giat unjuk rasa damai di Borobudur karena candi tersebut merupakan obyek vital dan tempat ibadah.

Hadir dalam rakord dan menyatakan hal yang senada adalah Ketua FKUB Drs. Ismudiyono, Kasatpol PP Singgih, KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia), FKDM (Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat), FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama).

Dalam kesempatan tersebut Kakesbangpolinmas memberikan kesempatan kepada para hadirin untuk memberikan pernyataan sikap secara lisan diantarany adalah :

Sambodo (FKUB), menanggapi isu saat ini dan yang akan terjadi di Wilayah Kabupaten Magelang bahwa FKUB siap menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika, Pancasila,NKRI dan UUD 45, Yuliati (KNPI/ Fatayat) berikan prioritas kaum wanita dan anak-anak serta penyedian obat-obatan, Rifai (PCNU) menganjurkan untuk beribadah secara pribadi tidak ada istilah unjuk rasa maupun demo apabila ada pengunjuk rasa yang mengatasnamakan NU itu bukan dari NU akan tetapi itu pribadi perorangan

Dari FKDM menyatakan bahwasannya tidak akan mendukung kegiatan yang akan di lakukan di wilayah Kabupaten Magelang, apabila tetap demo kami harap dapat di lakukan dengan damai.

Rakord di tutup pukul 15.000 wib dengan putusan hasil bahwa pada hari Rabu (06/09) pukul 10.00 wib akan di tuangkan pernyataan sikap dan penandatanganan oleh elemen FKUB Kota Magelang di Kantor Kesbangpolinmas terkait tragedi kemanusiaan rohingya yang berujung pada aksi damai di wilayah Kabupaten Magelang. (D’anjar - polresmagelangkota.com)


www.polresmagelangkota.com

Dipost Oleh Conde Magelang Kota

Portal Resmi Tribrata News Humas Polres Magelang Kota

Tinggalkan Komentar