Logo

Lintas Agama dan Masyarakat Kota Magelang tolak segala bentuk Provokasi Rohingya

Tribratanewsmagelangkota.com - Beberapa hari ini kita dikejutkan dengan pemberitaan terjadinya tragedi Myanmar. Kita semua sangat terkejut kejadian muncul bukan akhir-akhir ini namun terjadinya masalah etnis Rohingya di Myanmar karena tidak diterima di Myanmar maupun di Banglades. Sehingga dengan kejadian tersebut Islam Rohingya tidak bisa menerima fasilitas dari Pemerintah Myanmar. Permasalahan di Rohingya bukan masalah agama antara agama budha dan agama islam tetapi masalah etnis Rohingnya. Dengan adanya pernyataan sikap ini semoga di wilayah Kota Magelang tetap kondusif dan hidup rukun dalam beragama.

Kalimat tersebut adalah pengantar Kapolres Magelang Kota Jawa Tengah AKBP Hari Purnomo SIK SH saat membuka acara pernyataan sikap bersama Wakil Walikota Magelang, Sekda Kota Magelang, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Magelang, Dandim 0705 Magelang, Kepala Kesbangpolinmas Kota Magelang, FKUB Kota Magelang, KNPI Kota Magelang, FKPPI Kota Magelang, Senkom Kota Magelang,  DHC 45 Kota Magelang, Fatayat Kota Magelang serta 50 orang tamu undangan, Rabu (06/09/2017).

Pembacaan pernyataan sikap lintas agama dan elemen masyarakat Kota Magelang oleh Ketua FKUB sekaligus Ketua MUI Kota Magelang Ismudiyono di ruang rapat lantai II Kesbangpol pukul 10.00 wib adalah  terkait tragedi kemanusiaan di Rohingya, yang isinya menegaskan bahwa atas nama warga Kota Magelang :

  1. Mengutuk keras atas terjadinya tragedi kemanusiaan di Rohingnya Myanmar.
  2. Kami sadar bahwa tragedi tersebut bukan merupakan sentiment agama.
  3. Peristiwa tersebut merupakan gejolak politik yang terjadi di belahan negara lain, Kami tidak akan terprovokasi oleh terjadinya tragedi di negara lain.
  4. Kami akan menyatakan bentuk keprihatinannya secara positif melalui penggalangan dana dan doa bersama.
  5. Kami mengajak kepada seluruh kelompok agama di Indonesia untuk tidak mengaitkan kelompok ekstrem Buddha di Myanmar dengan umat Buddha lain, yang pada dasarnya merawat perdamaian, apalagi kemudian merusak toleransi umat beragama di Indonesia. Mari kita sampaikan pesan teladan kepada berbagai kelompok agama di Myanmar.
  6. Menolak segala bentuk provokasi untuk memperluas dan memindahkan konflik Myanmar ke Indonesia dengan membenturkan umat Islam dan umat Buddha di Indonesia.

Usai pembacaan sikap dilanjukan penandatanganan oleh undangan yang hadir mewakili seluruh warga masyarakat Kota Magelang, dan di tutup dengan sesi Foto bersama. (D’anjar - polresmagelangkota.com)

 


www.polresmagelangkota.com

Dipost Oleh Conde Magelang Kota

Portal Resmi Tribrata News Humas Polres Magelang Kota

Tinggalkan Komentar